Membedah Kinerja Bank Raya, Bank Digital Besutan BRI
in Bank

Membedah Kinerja Bank Raya, Bank Digital Besutan BRI

BRI Agro resmi mengganti namanya menjadi Bank Raya Indonesia dari 1 November 2021. Penggantian nama tersebut sesuai dengan Surat OJK No. S-426/PB.12/2021 taggal 5 November 2021 perihal Keputusan Penetapan Penggunaan Izin Usaha PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. Kendati namanya berubah namun semua perjanjian atau kontrak dengan nasabah, debitur maupun mitra usaha yang sudah ditandatangani atas nama BRI Agro tetap berlaku.

Bilyet giro, buku cek, tabungan ataupun bilyet deposito dengan mencantumkan nama dan logo BRI Agro tetap bisa dipakai. Selanjutnya bank Raya akan seratus persen beroperasi sebagai bank digital. Semenjak lima tahun silam, di Negara kita sudah ada inovasi dalam bentuk layanan bank dimana hampir semua kegiatannya dijalankan online. Tidak hanya masalah membuka rekening maupun transaksinya, namun kartu debit juga berwujud digital. Semua aktifitas bank dengan dijalankan serba digital itulah yang dinamakan bank digital. Sementara sesuai penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank digital yaitu bank yang telah mendigitalisasi produk maupun layanannya. Bisa juga sebagai bank baru dengan sistem digital banking keseluruhan.

Menjadi perusahaan di bawah grup BRI, Bank Raya membidik target konsumen yang belum terjangkau BRI. Dengan begitu yang akan ditawarkan adalah berbagai produk pendanaan atau kredit dengan nominal kecil dengan jangka waktu singkat. Bank Raya yang tadinya membidik nasabah dari kalangan petani kelapa sawit, saat ini mulai memperluas jangkauannya ke beragam konsumen pada kalangan setara. Menjadi Bank digital bank Raya akan pula memberikan layanan ke sektor agroteknologi melalui fasilitas P2p lending untuk makin meningkatkan pertumbuhan.

Karena masih dalam tahap konsolidasi, Bank Raya Indonesia masih mengalami kerugian sebesar Rp 1,83 triliun pada September 2021. Meskipun tahun sebelumnya masih dapat mencetak laba bersih sebesar Rp 25,40 miliar. Penyusutan laba muncul disebabkan meningkatnya beban kerugian penyusutan nilai aset keuangan senilai Rp 2,29 triliun kuartal ketiga 2021. Kendati bank Raya dapat menghasilkan peningkatan pendapatan bunga bersih 41,84% yoy dari Rp 462,97 miliar menjadi Rp 656,67 miliar.

Kredit yang mampu disalurkan Bank Raya sebesar Rp 14,32 triliun atau menyusut 28,11% yoy dibanding September 2020 sebesar Rp 19,92 triliun. Sementara himpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Raya pun anjlok 26,73% yoy dibanding September 2020 sebesar Rp 23,01 triliun menjadi hanya Rp 16,86 triliun. Bank Raya pun menderita penurunan modal inti sebesar 42,93% yoy yang semula Rp 4,17 triliun pada September 2020 ke Rp 2,38 triliun pada September 2021.

Dengan begitu capital adequacy ratio (CAR) Bank Raya pun anjlok dari 22,60% ke 17,48% pada kuartal ketiga 2021. Meski begitu, non performing loan (NPL) Bank Raya dapat dikurangi yang semula 7,24% pada September 2020 ke 4,61% pada September 2021. Kerugian yang diderita bank Raya menjadikan nilai return on asset (ROA) minus 10,36% lalu return on equity (ROE) pun negatif 69,23%. Pembengkakan beban kerugian pun menyebabkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bank yang semula 97,76% menjadi 237,74% pada kuartal ketiga 2021. Sementara angka loan to deposit ratio (LDR) masih bisa dipertahankan di tingkat 84,93%.

Sebagai salah satu langkah korporasi, Bank Raya berniat mengadakan upaya penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue yang diharapkan bisa menghasilkan dana sebanyak Rp 1,16 triliun. Perusahaan akan mengeluarkan saham baru paling banyak 1,05 miliar yang nominalnya Rp 100 / saham yang setara dengan 4,64% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham rights issue tersebut akan dijual seharga Rp 1.100 / saham.

Bank Raya membuat berbagai strategi agar bisa bersaing dalam sektor bank digital yang makin ramai pemainnya. Bank Raya akan konsentrasi membidik kalangan pekerja lepas atau istilahnya gig workers. Kalangan itu berpotensi bisa tumbuh dengan sangat menjanjikan di masa mendatang. Dari data yang ada, besaran gig economy workers bertambah 27,07 % yoy, sementara jumlah pegawai penuh waktu berkurang 8,84 % yoy. Diharapkan gig economy workers akan menjadi pilar penting untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi masyarakat.

 

 

 

 

RajaBeli.com

RajaBeli.Com melayani pembelian dan pembayaran di ebay, aliexpress, amazon, paypal dan ratusan situs jual beli Online diseluruh dunia, dengan Aman, Mudah dan Bergaransi