Cara Menghitung Berat Volumetrik Sebuah Barang
in Uncategorized

Cara Menghitung Berat Volumetrik Sebuah Barang

Perhitungan biaya kirim sebuah barang ditentukan oleh berat aktual dan berat volumetriknya. Bagaimana cara menghitung berat volumetrik sebuah barang ?.

Jika kita mengirim paket melalui jasa ekspedisi apapun itu namanya, maka kita akan menyaksikan pegawai ekpedisi tersebut akan menimbang dan mengukur paket yang akan kita kirim ?. Mengapa demikian ? hal ini dikarenakan dalam dunia pengiriman barang, kita akan dihadapkan pada dua variable untuk pehitungan biaya kirimnya. Dimana pihak ekspedisi akan mengggunakan acuan berat aktual dan berat volumetrik barang tersebut, dan menggunakan mana yang lebih besar dari keduanya.

Demikian juga jika kita ingin membeli barang dari luar negeri, seperti dari Alibaba, 1688, dan lain lain dan mengirimkan barang menggunakan skema jasa forwarder, maka kita juga akan menemukan hal yang sama.

Apa itu Berat Aktual ?

Berat aktual adalah berat sebuah barang yang didapatkan dengan cara menimbang barang tersebut. Jadi hasil yang kita dapatkan dari timbangan, itulah berat aktual sebuah barang.

Apa itu Berat Volumetrik ?

Berat volumetrik adalah satuan berat yang kita dapatkan dengan cara mengkonversikan volume sebuah barang menjadi satuan kilogram.  Hal ini digunakan jika kita menghadapi sebuah barang yang memiliki volume besar tetapi ringan dalam timbangannya. Sehingga jasa pengiriman tidak dirugikan dengan mengirimkan barang berukuran besar yang makan tempat dalam moda pengiriman yang digunakan.

Bagaimana Cara Menghitung Berat Volumetrik ?

Cara menghitung berat volumetrik dilakukan dengan menggunakan rumus yang berlaku internasional.

Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :

( P x L x T ) / 6.000

Contoh :

Sebuah paket berukuran Panjang 60 Cm, Lebar 40 Cm dan Tinggi 20 Cm, berapa berat volumetriknya ?

Perhitungannya sbb :
( 60 x 40 x 20 ) / 6000

( 48.000 ) / 6.000

= 8 Kg

Bagaimana Menentukan Penggunaan Berat Volumetrik ?

Cara menentukannya adalah dengan membandingkan antara berat aktual dengan berat volumetrik yang didapat, dan mengambil mana yang paling besar diantara keduanya. Beberapa contoh berikut ini bisa menjadi gambaran dalam perhitungannya.

Contoh 1.

  • Berat barang 5 Kg
  • P 60 Cm, L 40 Cm, T 20 Cm.

Perhitungan berat volumetriknya adalah sbb :

( 60 x 40 x 20 ) / 6000

( 48.000 ) / 6.000

= 8 Kg

Kesimpulan : Berat aktual 5 kg, sedangkan berat volumetrik 8 kg. jadi digunakan berat volumetrik 8 kg dalam perhitungan biayanya.

Contoh 2.

  • Berat barang 10 Kg
  • P 60 Cm, L 40 Cm, T 20 Cm.

Perhitungan berat volumetriknya adalah sbb :

( 60 x 40 x 20 ) / 6000

( 48.000 ) / 6.000

= 8 Kg

Kesimpulan : Berat aktual 10 kg, sedangkan berat volumetrik 8 kg. jadi digunakan berat aktual 10 kg dalam perhitungan biayanya.

Demikianlah penjelasan tentang bagaimana kita menghitung berat volumetrik sebuah barang atau paket yang kita kirimkan. Rumus ini berlaku secara internasional, dan juga dipakai oleh ekspedisi lokal seperti JNE, TIKI, JT, dll. Namun ada juga beberapa jasa ekspedisi yang menggunakan rumus berbeda, yaitu dengan menggunakan angka pembagi bukan 6.000. Seperti Dakota Cargo yang menggunakan angka pembagi 3.000 untuk pengiriman via darat. Ada juga yang menggunakan angka pembagi 4.000.

Namundemikian secara umum, mayoritas perusahaan ekspedisi menggunakan angka pembagi 6.000.

RajaBeli.com

RajaBeli.Com melayani pembelian dan pembayaran di ebay, aliexpress, amazon, paypal dan ratusan situs jual beli Online diseluruh dunia, dengan Aman, Mudah dan Bergaransi

Post Comment